Bagaimana trend nama bayi?

Seiring dengan kemajuan tehnologi, media masa mulai berkembang begitupula komunikasi, maka kecenderungan pemberian nama pun berubah. Masyarakat saat ini tidak hanya menggunakan nama-nama tradisional untuk putra putri mereka. Namun mulai melirik nama-nama tokoh perfilman, seperti artis sinetron yang lagi ngetop atau nama tokoh politik yang saat ini sedang berkuasa. Jangan heran kalau seorang anak ada yang bernama Krisdayanti atau bahkan Siti Nurhaliza!

Tidak hanya itu, inspirasi dari tokoh dalam filmpun mulai mempengaruhi para orang tua. Ada yang menamakan anaknya dengan nama Corleone yang diambil dari tokoh Godfather dalam film yang diadaptasi dari novel Mario Puzo(menurut pengakuan orang tuannya lho), ada pula yang menamakan anaknya dengan “Barbie” dari tokoh boneka berambut pirang cantik yang sedang populer, atau mengambil dari tokoh raja dan ratu dari negeri–negeri lain, contohnya nama Queen Rania, dan ada saja pasangan orang tua yang mengadopsi nama ini untuk putri kecilnya yang cantik. Selain itu ada yang mengambil dari kata –kata bahasa inggris seperti Prince, Princess atau King.

Dikarenakan saat ini kecenderungan bahwa pasar di Indonesia menyukai hal-hal yang berbau kebarat-baratan, maka ini pun berpengaruh pada pemilihan nama. Contoh saja penyanyi mantan duo ratu Wulansari, yang disulap dengan nama panggung Mulan Kwok. Hal ini dilakukan karena nama Wulansari dianggap kurang keren dan tidak mampu menjual. Tentu saja para orang tua juga mempertimbangkan hal ini dalam memilih nama untuk anak-anak mereka. Amat sangat jarang dimasa ini orang tua menamakan anaknya dengan bahasa tradisional sebut saja seperti sebuah nama Jawa yang berarti keberuntungan “Bejo”. Menurut mereka, nama ini kurang keren dan kurang menjual, sehinggal disuatu hari nanti, anak mereka akan sulit menjadi orang terkenal. Memang sih, saat ini ada seorang pelawak terkenal yang fenomenal yang bernama “Tukul” tapi ini hanya satu dibanding seribu dimana orang tua akan bersedia menamakan anaknya dengan kata dari bahasa tradisional.

Lihat saja jajaran pemain film dan sinetron saat ini. Nama-nama asing banyak yang bertaburan. Sebut saja Cinta Laura, Nikita Willy, Shireen, dan masih banyak lagi. Apakah terlintas bahwa pemiliknya adalah orang Indonesia? Tidak bukan? Memang secara fisik si pemilik nama masih memilki ciri-ciri bule yang sesuai dengan pemilihan namanya. Namun tetap saja, ini adalah trend dan semua orang tidak ingin ketinggalan trend. Malu rasanya bila punya nama yang dianggap ‘ndeso’. Karena faktor inilah, maka saat ini para orang tua cenderung mengadopsi nama-nama yang berasal dari bahasa asing, apakah dari bahasa Inggris, Jepang, Italia atau bahasa lainnya.

Namun mengikuti trend bukanlah keharusan, semuanya dikembalikan kepada orang tua dan yang membuat keputusan. Ingat, nama adalah simbol atau identitas di mana manusia dapat mengidentifikasikan objek-objek yang ada di sekitarnya. Dengan nama pula, seseorang dapat membedakan suatu benda dengan benda lainnya, atau antara dirinya dengan hal-hal yang bukan dirinya. Menurut pandangan agama dan Ketuhanan, kita tidak layak menjadi minder, rendah diri, atau malu hanya karena sebuah nama. Kita layak malu kalau kelakuan kita menyebalkan orang lain. Bagi yang sudah terlanjur memiliki nama yang kurang indah dan kurang bermakna, jangan bersedih, indahkan dan maknai namamu dengan akhlak mulia. Bagi yang memang namanya sudah indah, maka makin perindah ia dengan akhlak mulia pula. Setuju?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>