Apa pengaruh nama bagi seseorang?

Nama memberikan identitas bagi pemiliknya, tidak hanya untuk benda, terlebih untuk manusia. Menurut kepercayaan, nama juga akan membentuk kepribadian dan mempengaruhi perkembangan emosi dan sifat-sifat pemiliknya secara langsung maupun tidak langsung, untuk anda yang berencana punya anak, baca sebaiknya artikel ini

Mengutip Maneka Gandhi dalam buku Penguin Book of Hindu Names, Vedic rishis believed that a name defined the child’s character-its face, figure, temper, morals, tastes and profession,” jelas mengartikan bahwa nama dapat memberikan gambaran yang jelas bagaimana karakter, wajah, sifat, moral, selera dan profesi dari pemilik nama tersebut. Contoh saja nama Anamika yang dalam arti kamus menyebutkan artinya adalah “tanpa nama” yang berarti bahwa masa depan sang anak adalah tergantung dari dirinya sendiri, bagaimana dia akan menulisnya dan tidak ada batasan bagi dirinya. Selain itu, Nabi Muhamad pun pernah mengajarkan kepada para pengikutnya agar memberikan nama yang baik bagi anak-anak mereka dan menghindari nama-nama yang berkonotasi negatif.

Pada zaman India kuno, anak-anak diberi nama seperti nama-nama dewa atau pun dewi yang selaras dengan konsep Weda yang percaya akan adanya kesatuan antara nama dan bentuk. Demikian halnya dengan Islam yang mempercayai bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan nama yang baik agar dikarunia berkah yang teriring dengan nama tersebut

Para psikolog pun berpandangan serupa, mengutip pada sebuah buku berjudul Relationship karangan Andrew Lake yang menulis “Your personality is identified by your name. But when you were born, you were unaware of having a name and it had to be chosen for you by your parents. When they decide what you should be called, what were they saying about what they hoped you would become? yang berarti bahwa kepribadian anda dicerminkan oleh nama anda. Akan tetapi, saat anda terlahir ke dunia, anda tidak menyadari bahwa anda memiliki sebuah nama, dan itu mesti dipilihkan oleh orang tua anda untuk anda. Ketika mereka memutuskan nama untuk anda atau bagaimana anda harusnya dipanggil, maka mereka juga mengatakan apa yang mereka harapkan pada diri anda, seperti apakah anda nantinya.

Bagi yang percaya dengan Numerology, peranan sebuah nama sangatlah besar artinya. Nama yang disandang dapat berpengaruh pada nasib di masa mendatang, untuk kelangsungan karir, bisnis bahkan jodoh. Apabila perhitungan nama yang dipilih tepat dan bagus, maka niscaya masa depan sang pemilik nama akan sangat cemerlang. Namn apabila perhitungan namanya kurang sesuai atau bahkan buruk, tentu akan membuat kesialan atau tidak akan mencapai karir yang maksimal dalam hidup si pemilik nama. Dengan demikian, maka sang ahli numerologi akan membantu membuat nama baru atau cara penulisan nama yang tepat bagi si pemilik nama dikaitkan dengan perhitungan tanggal, bulan, tahun dan jam kelahiran. Bahkan bila lebih lengkap, cara membuat tanda tangan pun sangat menentukan.

Bagi mereka yang mempercayai Tarot, maka nama dipercayai menimbulkan vibrasi bagi pemiliknya, maka sangat penting bila si empunya nama memiliki nama yang membuat energi positif bagi dirinya.

Mengutip dari the Handbook of Fortune” yang menulis “it is within reason to expect that a name whose meaning is favorable can exert an auspicious influence on its owner while the bearer of a name sordid or evil in its association may be handicapped in his moral or spiritual development. In time, therefore, the name may materially affect the character of the person who bears it,” yang kurang lebih berarti : adalah dengan suatu alasan bahwa sebuah nama yang memiliki arti baik dapat memberikanpengaruh yang positif bagi pemiliknya sementara nama yang buruk, jahat atau sejenisnya dapat membuat si pemilik cacat secara moral atau perkembangan spirituallnya. Oleh karenanya, sebuah nama dapat secara dengan jelas mempengaruhi kepribadian orang yang memakainya.

Secara sosial, sebuah nama yang berkonotasi negatif, seringkali menimbulkan prasangka bagi yang mendengarkannya. Orang lain akan mengira si pemilik nama akan bersifat seperti nama yang buruk tersebut. Ingatlah, bahwa kesan pertama yang ditangkap akan menjadi berbeda manakala nama yang disebut berkonotasi positif. Contoh saja nama “Midas”,, dalam mitologi Yunani kuno, nama Midas mengacu pada Raja Midas yang karebna keserakahannya terhadap harta memhon kemampuan untuk merubah segala yang disentuhnya menjadi emas. Dengan gembira dia mencoba untuk menggunakan kekuatan barunya, disentuhnya batu dan berubahlah menjadi emas. Namun keserakahan tetaplah berbuah keburukan, manakala sang raja menyentuh makanan dan minuman yang disajikan untuknya, semuanya berubah menjadi batangan emas yang tak mungkin dinikmatinya. Bahkan menurut mitos, raja ini ketika menyentuh putrinya, sang putripun berubah menjadi patung emas. Nah, manakala kita mendengar seseorang memilki nama Midas, maka kita akan berpikir bahwa si empunya adalah orang yang serakah dan sangat berbahaya untuk menjalin kerjasama dan bisnis dengan orang ini. Sungguh menganggu bukan? Walaupun mungkin dalam kennyataanya sifat si pemilik nama tidaklah seperti sang Raja.bahkan untuk cerita anak-anak pun nama Midas sudah berkonotasi negatif, dimana salah satu tokoh di majalah Donald Bebek ada yang bernama Midas. Tentu anda ingat bagaimana si Midas dalam cerita ini? Dia adalah seekor serigala rakus yang selalu ingin memakan tiga anak babi yang menjadi teman anak laki-lakinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>